Saturday, October 12, 2013

Gadis Alpha


Malam ini masih sama dengan malam-malah tahun kemarin. Sosok diri yang kehilangan sinar kehidupan. Berulang kali mencoba untuk melepaskan angan yang membelenggu, tapi tak kuat juga. Alpha, adalah namaku. Nama yang telah melekat sejak tangisan pertamaku di semesta ini. semua orang memanggilku dengan nama itu, tidak dengan telahan lain, seperti; klowor, compong atau nama-nama unik dan khas daerah tertentu. Aku bersyukur dengan nama yang ternyata juga membuatku sering alpha (dianggap tidak ada).
Satu tahun yang lalu tepatnya malam tanggal 13 oktober 2012, alpha menjadi lelaki yang terasing. Dan tahun-tahun sebelumnya pun demikian. Nampaknya semesta memang belum memberi sinar kepadaku, sosok-sosok jelita yang  sejenak membuat fikiran melayang, ternyata lebih dalam membuat depresi. Alpha masih saja mengingat gadis itu, rambutnya yang terurai bak jalan tol dan lembut, bibirnya yang sexi, kecil lehernya, mulus kulitnya dan semua, semua tentang gadis sangat sempurna untuk dijabarkan, meskipun sama sekali alpha tak pernah menyentuhnya.
Sebagi petani tinta, keterasingan juga menyelimuti  keseharianku. Terlalu banyak kertas hasil imajinasiku yang terkumpul hanya menjadi santapan tikus-tikus kamar. Dalam satu hari, alpha mampu menulis 50 karya yang berbeda. Tetapi tidak ada satupun yang mau dihadiahkan kepada orang lain. Seandainya tulisan-tulisan itu ditiupkan roh oleh sang pencipta, perang dunia III akan terjadi, hanya karena kebiasaanku untuk membiarkan bahkan sama sekali mengacuhkan tulisanku sendiri.
Bukan tanpa sebab alpha berbuat begitu, saat kembali membaca tulisan itu, ternyata hanya ada tentang gadis. Dengan kesempurnaannya yang secara detail tertulis indah. Bertahun-tahun gadis menemani hidupku, hal-hal kecilpun selalu diperhatikan olehnya. Semua yang aku butuhkan disiapkannya dengan lembut, tanpa ada sedikit keluh kesah mengalir dari mulutnya, bahkan hatinya.
Sungguh luar biasa gadis itu, setiap lelaki yang melihatnya saja langsung terpukau, terpaku pada aura ketenangan yang melekat. Tapi gadis tetap padaku, memberikan baktinya hanya padaku. Alpha.

Gadis, gadis gadis. Yang selalu menemaniku kemanapun imajinasiku berlabuh. Sayangnya, gadis hanya ada di dunia bawah sadarku bukan dunia nyataku. Tapi berbeda dengan malam ini, malam 13 oktober 2013, gadis benar-benar menjadi nyata.