Sunday, March 23, 2014

Peran mahasiswa dalam percepatan pembangunan daerah melalui kegiatan KKN.




Generasi muda (mahasiswa) dan hari depan adalah sama-sama merupakan harapan bangsa. Keduanya terlalu erat kaitannya dan terlalu sulit dipisahkan. Dalam hubungannya dengan tugas dan kewajiban mahasiswa sebagai generasi penerus cita-cita bangsa, maka kedudukan mahasiswa akan semakin penting peranannya, terutama posisi mahasiswa yang dipersiapkan sebagai intelektual atau cendikiawan dan pemimpin di hari depan (leader of the nature).
Untuk menjadi seorang cendekia yang bermanfaat buat masyarakat, tidak hanya menguasai teori-teori kehidupan, tetapi harus bisa memilah teori-teori yang sesuai dengan kehidupan sehari. Tentunya tugas itu merupakan tugas yang menjadi tanggung jawab mahasiswa.
Sejarah menunjukkan bahwa semua perubahan dan kemajuan, dimanapun tempatnya tidak bisa terlepas dari keterlibatan mahasiswa atau pemuda. Sambung “Sang Proklamator” beri aku sepuluh pemuda, maka akan ku guncangkan dunia. Jelas sudah bahwa peran pemuda sangatlah besar dalam perkembangan eksistensi daerah, bahkan dunia. Apalagi dengan jumlah pemuda di Indonesia yang mencapai 81 juta dari 201 juta jiwa, sudah barang tentu nasib bangsa ini di tangan para pemuda.
Salah satu fungsi dari perguruan tinggi untuk bisa mengabdi kepada masyarakat, yaitu dengan menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata atau sering diistilahkan dengan KKN, dimana yang menjadi subjek adalah pemuda, khususnya mahasiswa.
KKN merupakan proses berperan aktif mahasiswa dalam masyarakat. Inti KKN adalah “belajar dan bekerja bersama masyarakat” dalam kerangka percepatan pembangunan daerah atau pedesaan, tegas ketua STAIN Pekalongan, Bapak Dr. Ade D. Rohayana.
Kehadiran mahasiswa di objek pengabdian/pedesaan diharapkan dapat melakukan inovasi, kreativitas, dan spirit baru (pembebasan) untuk menata kehidupan yang lebih berkeadilan secara partisipatoris.
Meskipun dalam waktu yang sangat singkat, mahasiswa di tuntun untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat secara optimal, dengan memeras intelektual, hati nurani dan juga perilaku yang berorientasi pada kemapaman masyarakat.
Bukan hal yang sulit ataupun hal yang diremehkan, tetapi bagaimana peran mahasiswa sebagai mahluk social yang membuka cakrawala menjadikan “masyarakat mau untuk belajar”. Itulah hakekat dari KKN.

(Pekalongan, 20 Maret 2014)

Waktu


WAKTU
Hanya karna satu detik hidup bisa jadi menderita selamanya. Waktu terus berputar tanpa pernah berhanti, dalam keadaan senang maupun sedih, nangis maupun tertawa, untuk bayi yang baru lahir maupun lansia yang tinggal menunggu maut. Semuanya sama. Tidak ada perbedaan. Tidak ada yang mempunyai waktu singkat dan tidak ada pula yang mempunyai waktu panjang.
Detik demi detik akan mempunyai arti yang berbeda-beda, jika kita lihat para atlet lari olimpiade, duel perebutan bola di lapangan, jika telat sepersekian detik saja akan ada yang kalah, akan ada yang tidak mempunyai harapan. Mati.
Ternyata waktu yang panjang tidak menjamin keberhasilan atau kesuksesan serta kebahagiaan seseorang, tetapi lebih pada bagaimana seseorang itu bisa memanfaatkan setiap detik yang dia lalui itu dengan baik. (Gondang, 29-4-2013)

Perlukah UN (Ujian Nasional) ?


Ujian Nasional : perlu/tidak?

Ujian Nasional yang dilakukan secara rutin oleh setiap lembaga pendidikan di Indonesia di masing-masing tingkatan ternyata banyak mengalami kegagalan yang cukup fatal.
Sebagai tes yang dilakukan untuk menguju kompetensi siswa, ujian nasional ternyata mengalami kecacatan. Dari dinas pendidikan yang lambat dalam pendistribusian soal, maraknya pembocoran soal yang menjadi ajang bisnis bagi oknum tertentu sampai pada terjadinya tawuran antar pelajar yang notabenya adalah peserta ujian nasional.
Hal tersebut tentunya menjadi tamparan yang keras buat pendidikan di Indonesia. Ada apa sebenarnya dengan pendidikan di Indonesia? Pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa atau pendidikan untuk menyengsarakan kehidupan bangsa?
Ujian nasional yang diperlakukan sebagai salah satu kriteria kelulusan dengan persentase sebanyak 40 % ternyata belum juga menjadi civitas pendidikan tenang. Masih banyak guru yang berkerja dengan tambahan waktu hanya untuk persiapan ujian nasional. Siswa sekolah yang kehilangan waktu bemainnya hanya untuk membolak-balik buku-buku yang dijadikan bahan ujian nasional. Sungguh ironis.
Siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas sama-sama merasakan itu. Merasakan kesibukan yang mejadi tanggung jawab sebelum meninggalkan bangku kelasnya.
Jika keberadaan ujian nasional menjadikan siswa termotivasi lebih untuk belajar, itu sedikit menggembirakan. Akan tetapi kalau kita amati, motivasi itu hanya sejenak berada pada diri siswa. Hanya untuk ujian nasional. Seandainya motivasi-motivasi itu bisa ditumbuhkan dari awal, dari tingkat yang paling dasar dan terus dikembangkan, tentu ada atau tidaknya ujian nasional tidak akan menjadi keresahan bagi kalangan siswa.
Siswa sebagai objek pendidikan disini harus mampu memenuhi kewajibannya, berusaha menumbuhkan motivasi lebih untuk peningkatan kompetensinya, baik mompetensi akademik maupun non akademik sehingga pendidikan bangsa ini semakin ke depan semakin maju, tidak berbanding terbalik
Tidak hanya siswa, pihak lainpun harus ikut serta dalam memperbaiki pendidikan bangsa, pihak sekolah, orang tua dan masyarakat harus bersinergi untuk sama-sama membangun tekat pendidikan yang maju. Yang bermanfaat bagi anak cucu kelak.
Ujian nasional jangan sampai menjadi momok yang menakutkan. Kalau perlu dihapuskan? Mengapa tidak! Kalau eksistensi dari ujian nasional itu justru diragukan.

GALAU


Saat-saat menyenangkan adalah saat kamu kenal dengan seseorang dan kamu mulai tertarik dengan dia. Entak tertarik dengan wajahnya, dengan hidungnya, dengan rambutnya atau dengan semua yang kamu tahu dengan dia. Kamupun bisa saja mulai pingin dekat dengannya, pingin tau alamat rumahnya, pingin tau nomor hpnya, dan kamu juga pingin memilikikinya. Itu wajar. Itu gak masalah. Pada saat itu kamu kan merasakan hal yang luar biasa, seperti baru mimpi bertemu dengan seseorang yang dulu menemanimu di dalam kandungan. Tentunya hanya kamu yang bisa menikmati itu.
Kata orang ni, pada saat itu kamu akan merasa menjadi orang yang paling berkuasa di dunia ^dalam melayangkan imajinasi^ dan menjadi orang yang paling bahagia ^paling bahagia diantara orang-orang yang berbahagia^ terus raut wajahmu seperti monyet yang jatuh ke gudang pisang, ekspresif banget.
Adalagi yang mengatakan, kamu seperti baru terlahir ke dunia dan tidak ada orang yang kamu kenal, kecuali seseorang itu. Bener gak?
Kamu gak usah takut! Gak usah cemas! Gak usah minder! Gak usah juga terlalu bahagia! Nyantai aja, wlos aja ^santai^. Masih ingat lagunya armada band gak? Yang gini liriknya : indahnya kini ku dimabuk cinta indahnya ku dimabuk keapayang...... cari lagunya di toko-toko kaset terdekat, yang asli ya jangan yang bajakan. Hehhe
Ngomong-ngomong masalah itu banyak orang yang pernah merasakannya, dengan banyak cerita juga, tidak ada yang sama, dengan cerita masing-masing yang selalu penuh dengan tanda tanya. Kamu nyantai aja, gak ada efek samping yang sampai berdarah-darah kok, kecuali dia yang sambil netisin darah ketubuhnya. Ingat!  Gak usah cemas! Paling kamu mulai terserang gejala GALAU.
Tau kan galau itu apa? Pernah merasakannya? Ya. Sama seperti kamu memakan es buah, rasanya campur aduk tu, ada rasa nanas, strobery, bahkan kelapa muda sampai kelapa tua ada disitu. Paling kamu hanya merasa gelisah, cemas, kangen, dll. Yang becampuk aduki di tubuhmu, menjalar mengikuti aliran darahmu. Ditambah dengan pucuk gunung himalaya yang tiba-tiba terasa ada dipundakmu. Berat.
Tapi gak masalah, ada cara untuk mengusir dan membinasakan galau kok, ini diperhatikan jangan dipelototin mulu! :
Pertama, kamu gak usah berharap banyak dulu sama dia.
Ketinggian kalau jatuh. sakit banget.
Kedua, kamu gak usah pehatian banget sama dia.
Dikiranya guru less ntar.
Ketiga, bersikap biasa saja.
Gak usah over dosis saat membaca sms, menerima teleponnya atau bertemu dengan dia.
Keempat,rasakan sendiri ya ! kamu pasti lebih tahu.......
Yang terpenting adalah kamu mencoba mewujudkan imajinasimu, jangan hanya keenakan dengan keindahan imajinasi. Itu pembodohan. Mulai melangkah, yakin aja! Itu akan baik-baik saja.

Naskah Drama Penyembelihan Nabi Ismail

AWAL MULA QURBAN
Oleh : Nyam Nyoul Arief

Pemain :
Nabi Ibrahim              :Sumantri
Nabi Ismail                 :Iqbal Majdi
Ilustrasi                      :Samsul Maarif
Siti Sarah                    :Moya Shofa
Siti Hajar                    :Nisaul Muslimah
Jibril                            :Iman Nugroho
Setan 1                        :Liila Rahmawati
Setan 2                        :Maela Risqiani
Suku Jurhum              :Saefurrahman W.
Suku Jurhum              :Amanullah J.W.
Suku Jurhum              :Rusdiani S.
Suku Jurhum              : Fika Luthfianika
Suku Jurhum              : Ifada R.C
Narator                       : Himatul Aliyah
Puisi                            :M. Faizal Rizal


Merah  . . .
Darah tertumpah lagi mengalir membasahi tanah
satu tumbang disusul dengan yang satunya..
Terjerembab dan terjatuh.
tanpa daya
namun bukan itu,
bukan…..itu,hanya….
simbolis belaka.
tapi,satu tanya
adakah,
makna yang sama……..
antara,
pengorbananmu  dan pengorbanan Ismail dahulu?

Narator           : Lahirnya Ismail dari rahim Siti Hajar ternyata membuat Siti Sarah merasa ada yang berbeda dengan sikap Ibrahim. Siti Sarah tidak kuat merasakan kegundahan hatinya.
Siti Sarah meminta pada Nabi Ibrahim a.s. supaya menjauhkan dia dari matanya dan menempatkannya di lain tempat.
Adegan I. Gurun Pasir.Mekah
Siti Hajar        : (merintih dan menangis, memegang kuat-kuat baju Nabi Ibrahim memohon belas kasihnya).  janganlahtinggalkan saya seorang diri di tempat yang kosong ini suamiku, tiada seorang manusia, tiada seekor binatang, tiada pohon dan tidak terlihat pula air mengalir.
Ibrahiim          : Bertawakkallah kepada Allah yang telah menentukan kehendak-Nya, percayalah kepada kekuasaan dan rahmat-Nya. Dialah yang memerintah aku membawa kamu ke sini dan Dialah yang akan melindungi dan menyertaimu di tempat yang sunyi ini.
Siti Hajar        : Haruskah saya berdiam diri disini suamiku?
Ibrahim           : Percayalah. Allah akan selalu menjaga umat-Nya..
(Siti Hajar melepas kepergian Nabi Ibrahim dengan gejolak jiwanya)
Siti Hajar        : Ya Allah, lindungilah hambamu dari semua mara bahaya. Selamatkanlah dia dan bahagiakanlah rumahtangganya.

Adegan II. Rumah Ibrahim. Palestina
Ibrahim           : assalamualaikum
Siti Sarah        : waalaikumsalam suamiku, (menangis) maafkan aku suamiku.
Ibrahim           : Itu perintah dari Allah swt. Tidak ada keragu-raguanku untuk menjalankan perintah-Nya. Sekalipun harus membawa siti hajar ke tempat kosong di tengah padang pasir.
Siti Sarah        : tapi itu semua kemauanku, perasaan gundah hatiku kepadanya.
Ibrahim           : kehendak Allah pasti yang terbaik untuk kehidupan kita semua. Tidak usah menyesal dan menyalahkan dirimu sendiri. Berdoalah kepada sang pemberi kehendak.
Siti Sarah        : bagaimana dengan kehidupannya?
Ibrahim           : Semua sudah ada yang mengatur, hilangkan kesedihanmu istriku tercinta.

Narator           : keadaan yang menyedihkan terjadi pada Siti Hajar dan Ismail, yang sudah kehabisan bekal untuk meneruskan perjuangan hidup.

Adegan III.Gurun Pasir.Mekah
(Ismail menangis.lapar dan kehausan)
Siti Hajar        : (menahan lapar.tidak tega mendengar suara tangis ismail yang semakin habis). Sabarlah anakku,,
( Siti Hajar berjalan melewati bukit Safa dan Marwa, kadang ia berjalan,..kadang ia berlari sebanyak 7 kali )
(dalam keadaan yang lemas dan tidak berdaya, datanglah Malaikat Jibril hendak menolongnya )
Jibril                : Siapakah sebenarnya engkau ini?
Siti Hajar        : Aku adalah hamba sahaya Ibrahim
Jibril                : Kepada siapa engkau dititipkan di sini?
Siti Hajar        : Hanya kepada Allah aku memohon perlindungan
Jibril                : Jika demikian, maka engkau telah dititipkankepada Dzat Yang Pemurah Lagi Maha Pengasih, yang akan melindungimu, mencukupi keperluan hidupmu dan tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan ayah puteramu kepada-Nya.

Narator           : Kemudian dalam keadaan berbaring, Ismail menginjakkan  kakinya di atas tanah dan segeralah memancur dari bekas telapak kaki itu air yang jernih dengan kuasa Allah)
(
Alangkah gembiranya dan lega dada Hajar melihat air yang mancur itu. Segera ia membasahi bibir puteranya dengan air keramat itu dan segera pula terlihat wajah puteranya segar kembali, demikian pula wajah si ibu yang merasa sangat bahagia dengan datangnya mukjizat dari sisi Tuhan yang mengembalikan kesegaran hidup kepadanya dan kepada puteranya sesudah dibayang-bayangi oleh bayangan mati kelaparan yang mencekam dada.)
(Datanglah suku jurhum ketempat tersebut).
Suku Jurhum  : (Girang). Allahu Akbar Alhahu Akbar Allahu Akbar.
Siti Hajar        : Siapakah saudara-saudara ini?
Suku Jurhum  : Kami dari suku jurhum, kalian sendiri siapa? Keajaiban apa yang telah terjadi?
Suku Jurhum  : Darimana asal air ini?
Suku Jurhum  : Kalian hanya berdua?
Suku Jurhum  : Keajaiban yang luar biasa.
Suku Jurhum  : Cukup! Apa yang sebenarnya terjadi saudaraku?
Siti Hajar        : Sudah lama kami tinggal disini. Sampai saatnya kami merasa hidup kosong.tanpa akar,pohon,ranting dan daun. Berkat pertolongan Allah, muncullah sumber air ini.
Suku Jurhum  : Mahasuci Allah dengan segala kekuasaanya.

Adegan V. Rumah Ibrahim.Palestina
Ibrahim           : (Bangun tidur) ampuni dan lindungilah hamba-Mu ini ya Allah.apa yang harus hamba lakukan? (lalu Ibrahim mengunjungi rumah Siti Hajar dan Ismail untuk menyampaikan mimipinya)
Narator           : Nabi Ibrahim pergi ke Makkah untuk mengunjungi dan menjenguk Ismail di tempat pengasingannya bagi menghilangkan rasa rindu hatinya kepada putera yang ia sayangi serta menenangkan hatinya yang selalu terlarut bila mengenangkan keadaan puteranya bersama ibunya yang ditinggalkan di tempat yang tandus, jauh dari masyarakat kota dan pengaulan umum).

Adegan VI.Rumah Ismail.Mekah
Ibrahim           : Assalamu'alaikum,...wah sudah besar sekarang kamu nak,
Ismail              : Iya Ayah,...ibu memelihara aku dengan baik, bagaimana kabar ayah?
Ibrahim           : (ragu untuk mengutarakan mimpinya).
(Siti Hajar datang menemui suami dan anaknya).
Ibrahim           : (kepada siti hajar) Tolong kamu pakaikan anak kamu Ismail pakaian yang paling baik dan bagus kerana aku akan pergi berziarah dengannya.
(datanglah setan untuk merayu nabi ibrahim)
Setan 1            : Apakah kamu tidak memerhatikan badannya yang gagah, parasnya yang tampan dan perilakunya yang santun?
Ibrahim           : itu semua benar, Ismail anak yang sholeh
Setan 2            : Kenapa kau tega menyembelihnya? Siapa yang akan meneruskah perjuanganmu?
Ibrahim           : Allah takkan melenyapkan agama-Nya.
Setan 1            : Bagaimana tidak lenyap kalau kau menyembelihnya? Ismail anak tunggalmu.
Ibrahim           : Ya, tetapi aku telah diperintah oleh Tuhanku untuk menyembelihnya.
(setelahSiti Hajar memakaikan pakaian yang paling cantik kepada Ismail, memberinya minyak rambut, lalu menyisir rambutnya. Kemudian, Nabi Ibrahim a.s. pergi bersama Ismail dekat dengan kota Mina. Dia juga membawa tali dan pisau yang tajam.)
Siti Hajar        : semoga keselamatan selalu menyertai wahai suami dan anakku.
(Usaha merayu Ibrahim gagal. Setan mencoba merayu siti hajar)
Setan 2            : Bagaimana boleh kamu hanya duduk-duduk sahaja, sedangkan Ibrahim pergi dengan anak kamu dan hendak menyembelih anak kamu?
Siti Hajar        : Jangan berdusta! Aku tahu seorang ayah tidak akan sanggup menyembelih anaknya sendiri!
Setan 1            : Suami kamu membawa pergi anak kamu sambil membawa tali dan pisau. Dia mengira Tuhannya telah menyuruhnya untuk itu.
Siti Hajar        : Nabi tidak diperintahkan untuk mengerjakan sesuatu yang sia-sia. Tapi, jika memang Allah s.w.t. telah memerintahkan perkara itu, aku sendiri bersedia untuk menurut perintah itu dengan jiwaku. Bukan hanya jiwa, malah anakku rela kukorbankan demi Allah swt!
(usaha setan gagal lagi. Tetapi setan selalu berusaha.Dengan mencoba merayu ismail.
Adegan VII.Tengah perjalalanan.Mekah
Setan 1            : Hai Ismail, kamu nampak bersenang-senang, sedangkan saat ini ayah kamu membawa tali dan pisau untuk menyembelih kamu.
Ismail              : Jangan berdusta, hai iblis. Mengapa ayahku hendak menyembelihku?
Setan 2            : Dia mengira bahawa Tuhannya telah menyuruhnya demikian.
Ismail              : Aku memerhatikan dan mentaati perintah Tuhanku.
(sebelum setan kembali berucap. Dilemparkan batu tepat dimata setan.setanpun menghilang)
Ibrahim           : Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelih kamu Maka fikirkanlah apa pendapat kamu?
Ismail              : Hai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada kamu. Insya Allah s.w.t. kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.
Ibrahim           : Bahagialah aku memiliki seorang putera yang taat kepada Allah, berbakti kepada orangtua dan ikhlas menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah.
(Ibrahimpun memeluk Ismail lalu mengikatnya dan membaringkannya dilantai. Sambil mengasah pisaunya,air matanya menetes, agak lama ia melakukan itu, seakan-akan terjadi pertarungan batin anatar ingin melaksanakn perintah Allah dengan kecintaannya kepada anaknya)
Ismail              : Wahai ayahku, lepaskanlah ikatan tali di tangan dan kakiku agar Allah s.w.t. tidak memandang aku sebagai orang yang terpaksa mentaati perintah-Nya. Kemudian letakkan pisau itu di leherku agar malaikat-malaikat tahu bahawa putera Ibrahim a.s. telah mentaati perintah Allah s.w.t. dengan ikhtiar (pilihan sendiri dan secara sukarela).

(Lalu, Nabi Ibrahim pun menelentangkan kedua-dua tangan Ismail dan kedua kakinya yang tanpa ikatan serta memalingkan wajahnya ke tanah lalu menekankan pisau dengan sekuat tenaganya. Namun dengan izin Allah s.w.t., ternyata pisau itu tidak boleh memotong leher Ismail)
Ismail              : Wahai ayahku, kekuatan kamu menjadi lemah kerana kamu masih menyimpan cinta kamu untukku. Oleh kerana itulah, kamu tidak boleh menyembelih aku.
(Lalu Nabi Ibrahim a.s. memukulkan pisau itu pada batu dan batu itu pecah menjadi dua)

Ibrahim           :Hai pisau, engkau mampu membelah batu itu, tetapi mengapa engkau tidak mampu memotong leher anakku?
Jibril                : wahai Ibrahim! Engkau telah berhasil melaksanakan mimpimu, demikianlah Kami membalas orang-orang yg berbuat kebajikan.Sembelihlah kambing sebagai ganti engkau menyembelih anakmu. Allah sudah menerima ketaatanmu, pahala dan kebaikan akan senantiasa menyertaimu.
Ibrahim           : La ilaaha illallaahu Allahu Akbar.
Ismail              : Allahu akbar wa lillahil hamdu.
Narator           : Kemudian sebagai tebusan ganti nyawa Ismail telah diselamatkan itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih seekor kambing yang telah tersedia di sampingnya dan segera dipotong leher kambing itu oleh beliau dengan parang yang tumpul di leher puteranya Ismail itu. Dan inilah asal permulaan sunnah berqurban yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap hari raya Aidiladha di seluruh pelosok dunia.
Sekian.

Friday, November 15, 2013

Doraemon Hayyo


Saturday, October 12, 2013

Gadis Alpha


Malam ini masih sama dengan malam-malah tahun kemarin. Sosok diri yang kehilangan sinar kehidupan. Berulang kali mencoba untuk melepaskan angan yang membelenggu, tapi tak kuat juga. Alpha, adalah namaku. Nama yang telah melekat sejak tangisan pertamaku di semesta ini. semua orang memanggilku dengan nama itu, tidak dengan telahan lain, seperti; klowor, compong atau nama-nama unik dan khas daerah tertentu. Aku bersyukur dengan nama yang ternyata juga membuatku sering alpha (dianggap tidak ada).
Satu tahun yang lalu tepatnya malam tanggal 13 oktober 2012, alpha menjadi lelaki yang terasing. Dan tahun-tahun sebelumnya pun demikian. Nampaknya semesta memang belum memberi sinar kepadaku, sosok-sosok jelita yang  sejenak membuat fikiran melayang, ternyata lebih dalam membuat depresi. Alpha masih saja mengingat gadis itu, rambutnya yang terurai bak jalan tol dan lembut, bibirnya yang sexi, kecil lehernya, mulus kulitnya dan semua, semua tentang gadis sangat sempurna untuk dijabarkan, meskipun sama sekali alpha tak pernah menyentuhnya.
Sebagi petani tinta, keterasingan juga menyelimuti  keseharianku. Terlalu banyak kertas hasil imajinasiku yang terkumpul hanya menjadi santapan tikus-tikus kamar. Dalam satu hari, alpha mampu menulis 50 karya yang berbeda. Tetapi tidak ada satupun yang mau dihadiahkan kepada orang lain. Seandainya tulisan-tulisan itu ditiupkan roh oleh sang pencipta, perang dunia III akan terjadi, hanya karena kebiasaanku untuk membiarkan bahkan sama sekali mengacuhkan tulisanku sendiri.
Bukan tanpa sebab alpha berbuat begitu, saat kembali membaca tulisan itu, ternyata hanya ada tentang gadis. Dengan kesempurnaannya yang secara detail tertulis indah. Bertahun-tahun gadis menemani hidupku, hal-hal kecilpun selalu diperhatikan olehnya. Semua yang aku butuhkan disiapkannya dengan lembut, tanpa ada sedikit keluh kesah mengalir dari mulutnya, bahkan hatinya.
Sungguh luar biasa gadis itu, setiap lelaki yang melihatnya saja langsung terpukau, terpaku pada aura ketenangan yang melekat. Tapi gadis tetap padaku, memberikan baktinya hanya padaku. Alpha.

Gadis, gadis gadis. Yang selalu menemaniku kemanapun imajinasiku berlabuh. Sayangnya, gadis hanya ada di dunia bawah sadarku bukan dunia nyataku. Tapi berbeda dengan malam ini, malam 13 oktober 2013, gadis benar-benar menjadi nyata.